Aku punya cerita, tentang seorang wanita yang terus terjaga di malam hari.

Dia bilang selalu suka malam, tapi sepertinya dia cuma ingin lebih terbiasa saja.

Dari yang kulihat, malamnya selalu terasa panjang. Kepalanya selalu berisik sahut-sahutan. Jantungnya berdebar kencang.

Aku melihatnya sendiri, dia berguling-guling di atas ranjang.

Menyibukkan diri agar bisa memejamkan mata segera.

"Aku ingin cepat tidur." gumamnya.

Tapi pikiran-pikiran di kepalanya tidak mau berhenti. Mengalir deras seperti air.

Andai pikiran itu adalah gagasan yang bisa mengubah kehidupan, mungkin dia sudah jadi orang terkenal sekarang.

Sayangnya, itu adalah pikiran yang penuh dengan bayangan ketakutan.

Dia tidak bisa tenang saat malam.

Jantungnya berdebar karena rasa takut. Cepat sekali. Sampai kukira habis berlari kencang.

Oh, mungkin benar dia berlari. Berlari dari rasa takutnya.

Ada seorang wanita yang sangat malang.

Dia tidak bisa tidur dengan cepat sendirian.

Jadi dia selalu mencari tempat ramai untuk bisa terlelap di malam hari.

Sepertinya dia tidak suka pesta. Karena aku temukan dia sudah ada di alam mimpi di tengah riuhnya obrolan.

Padahal masih terlalu dini untuk beristirahat. Katanya dia selalu terjaga di malam hari.

Dialah wanita yang sedang aku ceritakan.

Sepertinya dia hanya perlu suara riuh untuk mencapai mimpi.

Kukira dia tidak suka manusia. Kukira dia juga tidak suka pesta. 

Ternyata dia suka.